Seperti
sudah diketahui bahwa bekatul (rice bran) adalah bagian luar dari beras yang
terlepas menjadi serbuk halus pada proses penggilingan padi menjadi beras.
Belum banyak orang yang mengenal manfaat bekatul, selain hanya dikenal
sebagai makanan (pakan) ternak. Siapa yang mengira ternyata bekatul awet
dan bahan aktifnya telah digunakan sebagai bahan tambahan dan ingredient produk
kecantikan. Kandungan asam amino, gamma-Oryzanol, dan asam ferulat
terdapat di dalam bekatul diketahui memiliki kemampuan sebagai pelindung kulit
sehingga sesuai digunakan sebagai ingredient untuk industri kosmetik
Senyawa fitokimia (phytos = tanaman, chemicals = zat kimia)
menjadi topik penelitian penting akhir-akhir ini karena dapat memberikan
fungsi-fungsi fisiologis terutama kaitannya dengan pencegahan berbagai
penyakit. Komposisi fitokimia bekatul sangat bervariasi, tergantung
kepada faktor agronomis, varietas padi, dan proses penggilingannya (derajat
sosoh).
Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa fraksi
Driselase (fraksi non-lemak) dari bekatul mengandung total asam amino esensial
seperti asam glutamat, glisin, asam aspartat, arginin, lisin dengan jumlah
masing-masing adalah 116, 72, 67, 48, 43 mmol/kg, serta beberapa asam amino
esensial lainnya. Selain itu dalam fraksi bekatul tersebut juga terdapat
asam ferulat (ferulic acid) sebanyak 0,2 mg/100 gram bahan. Dalam
penelitian tersebut salah satu fraksi bekatul diperoleh dengan fermentasi
menggunakan Driselase adalah nama produk enzim komersial untuk degradasi
dinding sel tanaman yang terdiri dari selulase, silanase, dan laminarise.
Bekatul juga mengandung asam ferulat (ferulic
acid), yang telah diketahui secara luas sebagai antioksidan dan bahan
fotoprotektif (Saija et al., 1999). Dalam fraksi Driselase, juga
ditemukan kandungan asam ferulat sebanyak 0,2 mg/100 gram bahan. Asam
ferulat akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan
oleh berbagai jenis polutan, peroksida, dan radikal bebas yang dibentuk selama
proses metabolisme tubuh. Asam ferulat juga dapat bekerja secara sinergis
dengan komponen antioksidan lain, seperti asam kafeat, vitamin C, dan
betakaroten, untuk menghilangkan radikal bebas, peroksida, dan zat berbahaya
potensial lain.
Silab (2002), melaporkan bahwa Hydrolyzed Rice
Protein Product (Nutriskin) adalah suatu produk perawatan kulit dengan
kandungan asam amino yang cukup beragam (Tabel 1). Dalam kosmetika,
“serum” merupakan bahan cair yang kandungannya sebagian besar asam amino, dan penggunaannya
dioleskan langsung ke kulit. Kandungan asam amino yang terdapat pada
bekatul diketahui sangat sesuai untuk memberikan efek perlindungan kulit.
Dari uraian di atas terlihat bahwa bekatul awet dan
bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya mempunyai potensi untuk
dikembangkan sebagai ingredient industri kosmetik/kecantikan. Potensi ini
berkorelasi dengan produksi beras sebagai konsumsi utama masyarakat Indonesia.
Pemanfaatan limbah penggilingan padi dapat diolah menjadi bekatul awet dan
kemudian diolah lanjut sebagai ngredient industri kecantikan.
http://itp.bakrie.ac.id/index.php/id/lang-en-articles-lang-lang-id-artikel-lang/lang-en-food-articles-lang-lang-id-artikel-pangan-lang/item/89-manfaat-bekatul-untuk-kecantikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar