Senin, 17 November 2014

MANFAAT BEKATUL UNTUK KECANTIKAN

                   Seperti sudah diketahui bahwa bekatul (rice bran) adalah bagian luar dari beras yang terlepas menjadi serbuk halus pada proses penggilingan padi menjadi beras.  Belum banyak orang yang mengenal manfaat bekatul, selain hanya dikenal sebagai makanan (pakan) ternak.  Siapa yang mengira ternyata bekatul awet dan bahan aktifnya telah digunakan sebagai bahan tambahan dan ingredient produk kecantikan.  Kandungan asam amino, gamma-Oryzanol, dan asam ferulat terdapat di dalam bekatul diketahui memiliki kemampuan sebagai pelindung kulit sehingga sesuai digunakan sebagai ingredient untuk industri kosmetik
 
Senyawa fitokimia (phytos = tanaman, chemicals = zat kimia) menjadi topik penelitian penting akhir-akhir ini karena dapat memberikan fungsi-fungsi fisiologis terutama kaitannya dengan pencegahan berbagai penyakit.  Komposisi fitokimia bekatul sangat bervariasi, tergantung kepada faktor agronomis, varietas padi, dan proses penggilingannya (derajat sosoh).  
Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa fraksi Driselase (fraksi non-lemak) dari bekatul mengandung total asam amino esensial seperti asam glutamat, glisin, asam aspartat, arginin, lisin dengan jumlah masing-masing adalah 116, 72, 67, 48, 43 mmol/kg, serta beberapa asam amino esensial lainnya.  Selain itu dalam fraksi bekatul tersebut juga terdapat asam ferulat (ferulic acid) sebanyak 0,2 mg/100 gram bahan.  Dalam penelitian tersebut salah satu fraksi bekatul diperoleh dengan fermentasi menggunakan Driselase adalah nama produk enzim komersial untuk degradasi dinding sel tanaman yang terdiri dari selulase, silanase, dan laminarise.

   
Bekatul juga mengandung asam ferulat (ferulic acid), yang telah diketahui secara luas sebagai antioksidan dan bahan fotoprotektif (Saija et al., 1999).  Dalam fraksi Driselase, juga ditemukan kandungan asam ferulat sebanyak 0,2 mg/100 gram bahan.  Asam ferulat akan melindungi asam lemak melawan kerusakan oksidasi yang disebabkan oleh berbagai jenis polutan, peroksida, dan radikal bebas yang dibentuk selama proses metabolisme tubuh.  Asam ferulat juga dapat bekerja secara sinergis dengan komponen antioksidan lain, seperti asam kafeat, vitamin C, dan betakaroten, untuk menghilangkan radikal bebas, peroksida, dan zat berbahaya potensial lain.
Silab (2002), melaporkan bahwa Hydrolyzed Rice Protein Product (Nutriskin) adalah suatu produk perawatan kulit dengan kandungan asam amino yang cukup beragam (Tabel 1).  Dalam kosmetika, “serum” merupakan bahan cair yang kandungannya sebagian besar asam amino, dan penggunaannya dioleskan langsung ke kulit.  Kandungan asam amino yang terdapat pada bekatul diketahui sangat sesuai untuk memberikan efek perlindungan kulit.
Dari uraian di atas terlihat bahwa bekatul awet dan bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai ingredient industri kosmetik/kecantikan.  Potensi ini berkorelasi dengan produksi beras sebagai konsumsi utama masyarakat Indonesia. Pemanfaatan limbah penggilingan padi dapat diolah menjadi bekatul awet dan kemudian diolah lanjut sebagai ngredient industri kecantikan.






http://itp.bakrie.ac.id/index.php/id/lang-en-articles-lang-lang-id-artikel-lang/lang-en-food-articles-lang-lang-id-artikel-pangan-lang/item/89-manfaat-bekatul-untuk-kecantikan
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar