Pertanyaan ini kemudian terjawab setelah saya membaca tulisan Prof. Made Astawan (ahli Pangan dari IPB) yang mengatakan bahwa kandungan probiotik pada susu bubuk (terutama formula bayi) masih tetap ada dikarenakan proses yang digunakan adalah cold spray draying sehingga bakteri masih tetap dalam kondisi setengah hidup (dorman). Baru kemudin setelah disajikan dengan air hangat 45 derajat Celsius, bakteri-bakteri baik ini dapat hidup kembali dan mampu menuju tempat sasarannya yaitu di dalam usus dan saluran pencernaan untuk melindungi dari serangan bakteri-bakteri jahat penyebab diare dan penyakit gastrointestinal lainnya.
Lalu muncul pertanyaan lagi dalam pikiran saya, apakah ada probiotik yang mampu melawan bakteri jahat penyebab penyakit maag (Helicobacter pylori) yang sering dialami anak-anak sampai orang dewasa? Apakah minuman probiotik yang diklaim mengandung bakteri baik (Lactobacillus casei Shirota) yang telah dioptimasi sehingga tahan pada suhu tinggi dapat melawan bakteri penyebab maag? Lalu bagaimana dengan rasanya yang asam, apakah dapat diterima oleh lambung yang telah teriritasi akibat tingginya kandungan asam pada lambung?
http://artikelpangan.blogspot.com/2012/06/serba-serbi-probiotik.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar